Feeds:
Tulisan
Komentar

Hanya aku dan Bagong

Pening kepala ini, aku garuk-garuk kulit kepalaku.Tidak berpengaruh apa-apa.
Aku banting badan ini ke peraduan yang beralas kasur kapuk yang sudah mengeras dan bau apek. Malah sakit yang ada.Namun, gelisah ini tak juga mau pergi.

Pukul berapa sekarang? hmmm…3 sore.
kemana sandal jepit butut itu??.. huh. kutendang kemana tadi siang?..sandal karet yang tak jelas warnanya itu entah bersembunyi dimana.
aah, itu dia di bawa bangku panjang.. sreeek..sreeek.. kuseret langkahku menuju kandang burung daraku..ku rengkuh si Bagong, burung daraku yang memandangku dengan berkedip-kedip tiada henti, dengan tangkupan kedua belah tanganku. Seolah dia tahu, dialah sahabat sejatiku.

Yuk Bagong, kita maen sambil mencari angin dilapangan belakang. sumpek sekali aku di dalam ruangan ini. Ketika melintasi dapur, Mak Bedheng menanyaiku, hendak kemana aku dan Bagong pergi. Ku jawab dengan gumaman tak jelas. Kudengar samar-samar Mak Bedheng menggerutu tentang kebiasaanku itu. Aku tak peduli.

Ku seberangi jembatan kecil belakang rumah. Tak lupa sebelumnya aku harus menutup kembali pintu kecil penghubung halaman rumahku, kali dan lapangan belakang rumahku. Bisa-bisa Mak Bedheng mengomel tiada henti kecuali beliau tiba-tiba terbatuk. Kurasa karena tenggorokkannya kering karena mengomeli diriku.

Ku terbangkan si Bagong dengan iringan siulanku. kupandangi awan putih bersih dimana si Bagong melintas. Seandainya Gong, aku bisa sepertimu. terbang bersamamu. Indahkah pemandangan dari atas sana Gong?? Apakah aku tampak tampan dari atas sana Gong?? jangan tanyakan padaku pernahkah aku menumpang pesawat terbang? tentu saja hingga usiaku menginjak 12 tahun ini belum sekalipun.

Angin sore menampar wajahku.. uuh, sejuk sekali. Bertolak belakang dengan angin yang kadang mampir di ruang kamar tidurku.. panas dan pengap!!.. siulanku memanggil si Bagong, cukup Bagong, untuk sore ini.. rasa marah dan gelisahku gara-gara di hukum guru di sekolah sudah berkurang. Ya.. aku memang salah, telah lupa mengerjakan PR. yaa.. memang lupa mau gimana lagi?? Mulailah anganku berhamburan dari kepala, seandainya saja ada yang mengelus rambutku tiap malam ketika aku belajar, seandainya saja ada suara yang penuh kasih sayang menanyakanku tiap hari, ” Belajar apa hari ini kau disekolah Nak?”, atau seandainya saja ada yang mengingatkanku sehabis sholat Maghrib ” ada PR buat besok pagi?”.. ku eratkan pelukan tanganku di lututku, ku benamkan wajahku diantara lutut dan dadaku. Ini caraku, menahan air mata yang mendesak keluar.

Adzan Maghrib berkumandang dari Mesjid seberang lapangan. Kupaksakan berdiri, kutepuk beberapa kali pantatku untuk mengusir pasir dari celanaku. Si Bagong hanya manggut-manggut dan berkedip-kedip dalam genggamanku.Entah apa maknanya, dia berusaha menghiburku, kurasa.. dan kamipun membuka pintu kecil diseberang kali ini dimana hidupku yang runyam dan hampa akan dimulai kembali.

Sahabat 24 jam-ku

our time

Sahabat….hmmm ini “magic word” buatku..

seseorang yang selalu ada disaat kita suka, lebih dahsyat lagi disaat kita dirundung duka.

Buat aku, hampir semua kawanku adalah sahabat…

Mereka datang dan pergi di setiap sesi kehidupanku, di TK, SD, tetangga, SMP,SMA,Kuliah, Pergaulan,Kerja… kehadiran mereka sungguh berarti bagiku..

Mereka, dengan segala keluwesan, keikhlasan dan keceriaan yang mereka hadirkan untuku tanpa mereka sadari telah merenda tiap sudut ruang hatiku di tempat yang berbeda. Betulkan yang aku bilang? Apa nggak istimewa itu namanya??…(Kok kedengerannya kayak Martabak ya?)

Sahabat yang satu ini salah satu sahabat yang super duper istimewa. Tidak terselip sedikitpun dalam hatiku untuk mengecilkan arti sahabat-sahabatku yang lain…
Hmmm… seberapa istimewanya dia sih?? Penasaran?…

Let’s Find out!!….

Engkau selalu ada jika aku membutuhkanmu, Sob. Kapan saja dan dimana saja, jika aku membutuhkanmu sebisa mungkin dan secepat kilat engkau hadir dalam nyata, maya, ataupun suara. At least, engkau siap mendengarkan cerita lucuku (walaupun mungkin garing buatmu), cerita aku sebel, cerita aku sedih di ujung telepon sana engkau setia memasang telinga, disambi maen games??tak mengapa… Buatku mendengar suaramu sudah lebih dari cukup. Diwaktu aku tak berdaya, dan diharuskan tergeletak di pembaringan, dengan ringannya engkau menggantikan tugas-tugasku tanpa mengeluh. Engkau dengan tulus bersedia memelukku dan mengusap kepalaku ketika aku menangis sesenggukkan dimalam hari ,karena hatiku di rundung rindu yang mendalam akan seseorang. Dengan kesabaranmu, engkau menghadapi diriku yang stubborn ini, bahkan yang suka “waton ngeyel”.
Dirimu pasti menyudahi diskusi kita dengan kalimat saktimu “ Yo mbuh Mi,.. sak karepmu!” (gak tau deh Mi… terserah kamu!) sambil tersenyum tengil..Lebih sering cemberut siih.. “Mecucu” kata orang Jawa.

Bukan berarti persahabatan kami mulus-mulus saja.. adalah saatnya kami berselisih paham dari masalah sepele hingga hal yang prinsip. Bisa dimaklumi ,kami sama-sama keras kepala dan kami cukup menyadari itu (mungkin ini yang membuat persahabatan kami semakin erat). Anehnya, kami mampu melewati itu semua dengan saling mentertawakan di hari selanjutnya, engkau usek-usek kepalaku atau di dorongnya badanku, gendheng!!ya jelas saja aku terjatuh, wong badan dia segedhe buto*!!

Kami saling terbuka tentang apa saja, tidak ada batas diantara kami. Engkau dapat membaca dengan jelas apa isi hatiku, demikian sebaliknya aku.Hebatkan kita??..
Bahkan ketika pikiran “ngeres” melintas dikepalamu-pun aku bisa tau dari raut wajahmu.. hihihihi..

Kami berbagi dan bisa juga disebut “rebutan” aaapa saja.., tempat cucian piring, kain pel, piring, gelas, laptop,hape, sajadah,sarung, buku,ilmu, nonton TV, maen games, tangis, amarah, sebel, uang, lampu, kamar dan masih banyak lagi. Kecuali satu… thank’s God , ada kecualinya,..yaitu: Baaajuuu!!!Ukuran dia segedhe gambreng boow.. 5L!! Tapiiiii…. Aku tau sob, jauh dilubuk hati ente yang paling dalam, punya minat yang besar untuk mengenakan baju-baju ane… sghhh..sayangnya, aku jamiiin.. min..min.. gak akan pernah muat!! Hihihihi…

Saat ini, ketika engkau membaca persembahan sederhanaku ini sob, bisa jadi engkau dimana saja…
Di Kantor, di Bali, di Padang, di Medan, di Makassar, di Bandara, di ruang meeting (shhh jangan sambil ngupil dong),Tidak masalah.., karena aku yakin, engkau selalu sedia hadir untukku setiap waktu.

Sahabatku… semoga persahabatan ini indah selamanya.. seindah warna langit senja yang kita nikmati bersama sembari saling mengaitkan jemari kita..

Sahabatku.. semoga persahabatan kita akan tetap selalu hangat, sehangat Teh Manis Hangat yang selalu kita sruput buru-buru tiap pagi untuk mengawali hari…

Sahabatku… jangan pernah bosan dan menyerah mendengar rengekkanku dan jurus per”ngeyel”anku, seperti disaat dirimu membagi ilmu-mu dan aku berlagak sebodo teuing…

Sahabatku… semoga Allah SWT mengijinkan kita tetap selalu bergandengan tangan, beriringan, berpelukan saling menyediakan bahu dan berbagi hati kita masing-masing hingga saatnya tiba nanti….

Semoga Allah SWT meridhoi… Amiiiin Ya Robbal Alamiiin

Teruntuk.. “Sahabat 24 Jam-ku”, my beloved Husband… Satrio ‘Tommy’ Utomo

You Are The Love of My Life – George Benson & Roberta Flack

Cerita sebelumnya:

Aku meraung-raung.. menangis sekeras-kerasnya.. biar tetangga semua dengar, aku tak peduli! aku berlari.. terus berlari keluar jalan.. menumpahkan semua amarahku yang tak sanggup melawan kediktatoran bapak. Mak Bedheng hanya bisa membujukku, malah ikut menangis bersamaku…

Kali ini bulat sudah tekad-ku..,

sengatan matahari yang dengan angkuhnya tetap bersikukuh diatas kepalaku, tidak menyurutkan niatku. Hari ini aku mau ke rumah Nyai, dan tetap membisu.

Esok,.. tidak ada sekolah lagi.. Mau apa mereka?

Aku malu dengan guru-guru, aku malu mendengar cela-an si Arif tentang kondisi keluargaku. Bapak? Emak? apalagi mak Bedheng.. tau apa mereka tentang perasaanku? Nol Besar!!..

Sore ini, sehabis mandi, yang entah bersih atau tidak, aku kembali mematut dicermin. Ah, aku tidak butuh menyisir.. aku gerakkan jemariku merapikan rambutku yang berminyak. Rambut merahku yang aku sendiri lupa kapan persisnya terakhir kali aku mencuci rambutku. Namun, siapa mau ambil peduli..

Kembali aku asyik memandangi acara televisi. Besok, aku tak akan berangkat sekolah..ya, aku telah bertekad tak kan ku injakkan kakiku di sekolah itu lagi.Mataku tetap terpancang menatap layar televisi, tidak demikian dengan pikiranku. Ya, tidur-tiduran, bermalas-malasan seperti lebih nikmat sebagai obat penawar sakit hatiku ini.

Pukul 6.00 pagi,

Mata ini rasanya ingin sekali kembali terpejam,kotoran mataku pun belum ku seka. Ketika suara bapak berteriak-teriak ngotot membangunkan aku. Aku bangun dengan kemalasan penuh. Sesuai rencana, mulai hari ini, aku mogok sekolah. Lamat-lamat kudengar bapak memaki-maki aku, dia tak tahu, aku belumlah sepenuhnya terbangun. Aku tetap diam tak bergeming. Mak Bedheng pun turut membujukku untuk segera bersekolah. Aku tetap diam ditempat dan membisu.

Prolog :
Karena hujan semalam, maka hari ini jalan depan tergenang air setinggi paha saya…
Saya punya ide, untuk memperbolehkan Tarra pulang sekolah lepas sepatu dan bermain banjir, terus saya foto untuk di upload di MP..

Dua Kali saya berpesan pada mbak Sam, yang menjemput adek, agar menawarkan pada Tarra untuk melepas sepatunya karena ibu mengijinkan adek berjalan menyeberang banjir. Sekedar info, Sekolah Adek terletak di seberang rumah.

Tunggu punya tunggu di pagar depan, ternyata Adek pulang di gendong Pak Tono, suami mbak Sam, diikuti mbak Sam dibelakang mereka..

Dialog Banjir 1 :
Aku : Dek.. kok gak jadi maen banjir?
Tarra : Kata Bu Guru Air Banjir itu banyak penyakitnya bu…. (dengan tampang serius)
Aku : Ooo… gituu.., gak papa.. nanti kan sampe rumah mandi pake Dettol..
Tarra : Ibu nih gimana sih… siang2 kok mandi??… (sambil ngeloyor pergi..)
Aku ditinggalnya dalam kebingungan.. kok jadi aku yaa yang merasa tulalit…??

Dialog Banjir 2 :
Mbak Sam : Dek..!! Dek..!! ada ikan Dek…, kita dapet ikan!!..
Tarra : Mana mbak.?. mana?… kita tangkep mbak..
Mbak Sam : Bentar ya Dek.. liatin ikannya ya.., mbak Sam mo ambil ember kecil dulu
Tarra : Kenapa gak ditaruh piring aja mbak??…
Mbak Sam : Emang mau langsung dimakan Dek.. ?? (sambil tertawa tergelak…)

Dialog Banjir 3 :
Aku : Ayo turun mbak, roknya diangkat.. kita mo nyebrang.. Berani kan?
Thea : Asiiiiik (langsung angkat rok seragamnya sambil pegang kaos kakinya)
Aku : Pegangan ibu yaa.. soalnya kalo ada motor lewat atau mobil, kita bisa basah banget nih!!…
Thea : Oke..
Di tengah perjalanan tiba-tiba..
Thea : Bu.. bu…bu.. Kakiku kemana buuuu???!!! (dengan suara panik dan hampir nangis)
Aku : Ya di bawah mu tho.., lha kamu jalan pake apa??
Thea : Hehehe… iya..ya, gak berasa..
Thea : Rasanya kaya berenang gitu lho bu… (sambil cengar-cengir)
Woalaaaah…..

menikmati senja berdua

29 Oktober 2000,Lobby Artha Graha

Galak amat sih tampang nih orang… Body-nya Gedeeee Amaaat yak??
beberapa menit kemudian….
Hahahaha… kocak juga nih orang…

9 Desember 2000, Cibubur

“Oom, kalo tidak ada perubahan, besok siang saya tidak hanya dengan Bapak & Ibu, namun dengan beberapa keluarga” tuturmu kepada Papa-ku..

Aku terkejut, aku pelototi dia… “Ada apa ini?? bukannya hanya mau perkenalan antar orang tua??” dalam hati aku menggerutu..

“Mas… Kok??” hanya itu yang keluar dari mulutku.
Tak ada jawaban untukku. Si tubuh besar yang sedang bicara dengan Papa & Ibu-ku dengan santainya tersenyum-senyum ganjil kepada-ku..

“Kamu mau kan jadi istriku?”pertanyaan itu seperti suara mercon di bulan puasa buatku. Namun tak ayal, sambil memandangmu akupun mengangguk, hatiku membuncah saking berbunga-bunganya.. entah bagaimana raut wajahku kala itu, yang pasti bengong se bengong2nya…

10 Desember 2000, Cibubur

Dihari Ulang Tahunmu, kita berdua berjanji dan terikat. Disaksikan Sanak Keluarga dari kedua belah Pihak.

Sore hari, diantara seruputan teh hangat buatan Ibu-ku (bukan bikinan aku lho…hehehe)….

“Oom, Tante.. boleh gak saya minta bulan Maret menikahnya?” kesekian kalinya kamu memberikan pertanyaan yang amat sangat mengejutkan bagi Papa & Ibu-ku..

” Nanti kita liat ya mas.. semoga bisa ya?” Jawab Ibu-ku bijak, sambil tersenyum-senyum geli dengan kelakuan calon mantunya…

11 Maret 2001, 16.00 WIB Masjid At-Tiin, TMII

Ijab-Qobul itu terlaksana.. Di iringi gerimis membasahi bumi, kami mengikat janji sebagai sepasang suami istri dan mengharapkan Ridho Allah SWT untuk membentuk keluarga Sakinah Mawwadah Warohmah..

11 Maret 2009, 20.30 WIB,Daeng Tata (tempat makan favorite kami semasa PDKT)

“Aku waktu mengucapkan Ijab lancar lhoo.. ” ujarnya tiba-tiba. “
hanya sekali tarikan nafas lhoo.. gak pake gagap lagi!!” di iringi gelak tawa kami berdua…

Ya! memang terkadang bila dia gugup, keluarlah gagapnya.. namun… aku ingat betul, saat itu dia lancaaaaaaar sekali…

Ingatan2 indahpun bersliweran dalam perbincangan kami berdua malam itu. Di tempat biasa waktu kita belum menikah, aku tidak pernah berharap sebuah candle light dinner atau hal2 yang berbau romantis.. karena suamiku jauh dari itu.
Namun kebersamaan kami malam itu sudah sangat berarti buatku…

I Love you Ayah…
Terima kasih engkau telah memilihku, membimbingku, selalu bersamaku…

Terima Kasih Ya Alloh Ya Rabb, telah kau kirimkan dia mengisi hidupku, mengijinkan aku mendampinginya hingga kini dan berharap sampai nanti di “sana”, Matur Sembah Nuwun Ya Allah, karena telah kau ijinkan kami berdua memperoleh titipan-Mu yang luar biasa, dua Bidadari ya cantik dan pintar, semoga sholeha… Insya Allah kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini…

Hanya Ridho-Mu lah yang kami harapkan…

eternal flame – bangles

Suatu Hari di ATM

Sebenernya sudah lama aku ingin posting mengenai cerita ini,
waktu itu kami harus mengambil uang di atm, kebetulan ATM yang terlewati oleh kami adalah ATM BCA di Jl. Kemanggisan. Kebetulan lagi, Thea dan Tarra ingin cemilan, didekat ATM tersebut ada toko Roti yang lumayan dan harganya juga lumayan buat kantong ibunya..

Roti dan kue basah kegemaran mbak Thea, dek Tarra dan Ayah sudah kubelikan dan mereka sudah mulai memamah biak dimobil. Aku melangkah ke ATM BCA, ada 2 mesin ATM didalamnya. Seorang bapak keluar dari ruangan itu tinggalah seorang ibu yang menggunakan mesin disudut ruangan. Aku butuh lembar 100-ribuan, karena kulirik di mesin ATM dekat pintu masuk mengeluarkan lembar 50.000-an, maka aku bertanya kepada si ibu,
“Ma’af bu, mesin itu 100ribuan?”
” Bukan, 50ribuan..” jawabnya segera, terkesan terburu-buru. Bergegas si -ibu tadi meninggalkan aku sendiri di ATM.

Sedangkan bapak yang tadi keluar dr ATM masih berdiri di luar. Beberapa detik, dia memperhatikan aku dan mulai menyapaku.
” Ibu mau ambil uang atau transfer?” tanya si bapak tadi
” Kenapa Pak?” saya mulai curiga seraya berdoa dalam hati…
” Saya mau minta tolong, tadi saya mau transfer ke kakak saya tapi keliru ambil. Saya bisa minta tolong Ibu transfer ke kakak saya hanya 200ribu saja kok bu, nanti uang ibu saya ganti dengan uang saya ini.” ujarnya sambil menunjukkan lipatan uang yang ada digenggamannya.
Aku lirik lembaran uang yang digenggamnya.. ada yang aneh, kenapa ada lembaran berwarna hijau? hmmm.. bukankah.. warna itu hanya untuk lembaran mata uang 20ribuan??..
” Maaf Pak, saya tidak bisa bantu, ini bukan kartu ATM saya..” jawabku sekenanya…
” Atau ibu, transfer ke saya saja, nanti saya yang transfer ke Kakak saya, ibu saya ganti dengan uang saya ini?” tambahnya lagi..
” Maaf Pak, saya betul-betul tidak bisa dan tidak berani melanggar amanah suami saya” Jawabku dengan senyuman dan hati dag-dig-dug berharap dia tidak akan memaksa dengan cara “Lain” huuuu ngeriiiii membayangkannya. Mana ATM ini gak ada satpamnya. Mana Ayah, parkirnya agak jauh dari ATM… huhuhuhu….

Alhamdulillah dia bergeser dari tempat itu, tapi aku masih harus waspada. Yang aku khawatirkan, begitu aku keluar dari ruangan ATM itu dia menyergap diriku.. hihihi… ngeri.. Padahal yang aku ambil jumlahnya gak seberapa…
Begitu aku menutup pintu mobil dan sudah duduk disamping Ayah, berceritalah aku pada Ayah. Ayah tidak mengira ditempat yang lumayan rame begitu dan terbuka ada orang yang berani begitu…

Apa kira-kira yang ada dipikiran teman-teman yang akan dilakukan atau maksud dan tujuan si bapak tadi??…

Siang tadi, beberapa kali terdengar bunyi SMS dari HP Ayah. Ayah minta tolong dibacakan, ada 3 SMS masuk rupanya, aku memilih nama pengirim yang aku kenal, dari Devina, rekan kerja Ayah dan juga temanku yang baik sekali mau berbagi ilmu tentang perpustakaan.Bunyi.. eh kok bunyi sih??.. isi SMS dari Devina adalah sebagai Berikut ” Dari Sasha:Mbak Dev, pak Fajar kna serangan jantung msh di iccu rs.Int Bintaro. Mohon ksh tau… bla..bla..bla..”
Tanpa dikomando kami berdua saling pandang dan mengucap Astaghfirullah…

Baru kemarin Ayah bercerita, bahwa pak Fajar menasehati Ayah untuk mengurangi berat badan dengan olahraga dan Diet. Beliau sendiri sudah berhasil mengurangi berat badan beliau sekitar 20kg dari sekitar 100kg-an dengan tinggi badan 185cm.

Selepas Maghrib kami berangkat untuk menengok beliau. Alhamdulillah, Pak Fajar sudah sadar dan dari istri juga beliau sendiri, kami mengetahui kronologis serangannya.. “Ternyata, serangan itu tidak hanya didada.. di ulu hatipun harus diwaspadai” demikian Pak Fajar menyampaikan..

Saya jadi teringat, beberapa hari yang lalu teman Facebook saya, mbak Irene, men-tag nama saya dalam catatan-nya mengenai seorang istri yang suaminya terkena serangan jantung dan setelah beberapa kali terjadi hal yang sama pada rekan kerja Ayah, saya merasa harus lebih berjaga-jaga dan ingin membagi kisah ini dengan orang lain.. Bila sudah ada yang pernah baca maaf.. memang saya hanya co-paste. Semoga bermanfaat…. (Mohon maaf bila terlalu panjang)

KISAH SEORANG ISTRI YANG SUAMINYA TERKENA SERANGAN JANTUNG

Tgl 29 April 2006 : malam kira jam 21.00 setelah makan malam..
suamiku merasa tidak enak badan. Masuk angin di sekitar perut dan
punggung seperti terasa ditusuk-tusuk. Rahang terasa agak kaku, mulut
agak asam. Beliau minta dibikinkan air jahe hangat.Setelah minum lalu tidur.

Tgl 30 April 2006 :
Bangun tidur, pagi sholat subuh dan bilang badannya udah enakan mau
ke kantor. Malam hari di jam yang sama seperti kemarin
merasakan hal yang sama seperti malam sebelumnya. Beliau minta dibikinkan jahe hangat
kembali dan dipaksa tidur. Tengah malam sekitar pukul 1dinihari
keluar keringat banyak dibadan. Yang ada dibenak saya dan suami
mungkin angin sudah keluar. Makanya badan enakan.

Tgl 1 Mei 2006 :

PERISTIWA PENTING DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KAMI

Pagi, rutinitas seperti biasa. Dari kantor masih telpon siang hari seperti biasa. Karena tidak mendapat parkir di BEJ maka mobil di
parkir di Cafe Bengkel Semanggi yang berjarak 1 km dari BEJ. Sore jam 16.30 pulang kantor jalan kaki menuju parkir. Sepanjang
jalan suamiku merasa kaki tak dapat dilangkahkan, leher terasa semakin kaku, keringat dingin bercucuran, dingin dan lemas sekali
seperti tak bisa bernafas. Beliau berusaha mencapai tempat parkir dan berhasil masuk kedalam mobil (tidak sempat menghidupkan
mobil kaca tertutup, semua lampu hijet dinyalakan pintu tidak dirapatkan) dan sempat menghubungi saya untuk mengatakan
“Bunda, cepat kemari Ayah tidak kuat lagi”!

Suamiku tipe orang yg tidak pernah mengeluh, tidak ingin merepotkan orang, sangat mandiri..karena perantau dan biasa hidup susah)
Saya merasa pasti sesuatu terjadi, karena kenal betul kenal sifat beliau. Saya membutuhkan waktu kira2 setengah jam sampai di tempat
kejadian. Yang saya temukan beliau sudah hampir hilang kesadaran. Baju basah kuyup seperti berendam dikolam air. Muka pucat bagai mayat.Saya berteriak2 minta pertolongan. Kebetulan saat itu banyak supir sedang bersiap jemput majikannya. Orang-orang berlari memberikan bantuan. Baju kering, air mineral aqua, bahkan security membuatkan teh panas manis dan memaksa suami saya untuk minum.
Pikiran saya bekerja. Saya butuh pertolongan orang yg ahli. Saya telp sabahat kami seorang dokter di JBE. Saya ceritakan kronologis
kejadian. Beliau memandu saya untuk menusuk ujung jari suami dengan benda tajam apapun ( waktu itu kuku jari tangan saya) supaya suami saya terkejut dan membuat kesadaran tidak betul-betul hilang. Ajak bicara terus dan segera bawa ke rumah sakit terdekat. Pilihan cuma ada dua Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) atau Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK). Minta lakukan EKG, tensi darah itu yang harus saya lakukan segera. Pilihan saya ke RSJHK karena arah ke Selatan macet..

Sepanjang perjalanan, saya mengajak bicara terus. Mengendorkan ikat pinggang. Sampai di rumah sakit, kebetulan brankar sedang kosong, jadi saya dibantu securiti rumah sakit tersebut mendorong ke UGD dengan kursi roda. Sampai di UGD suasana hiruk pikuk. Hari itu UGD sangat penuh. Suami saya ditolak, karena dilihat masih dapat duduk di kursi roda. Dianjurkan untuk ke poli umum saja.
Saya mengikuti saran ahli medis. Saya antar suami ke poli umum. Ternyata poli umum sudah tutup.
Rasanya sakit seperti tidak dipedulikan.
Tapi, Allah itu Maha Penyayang. Campur tangan ALLAH mulai tampak nyata di hadapan saya. Seorang dokter senior tiba-tiba ada di hadapan saya -sepertinya selesai praktek-. Beliau tanya, “Ada apa ?”
Saya ceritakan apa yang terjadi. Beliau mengajak saya kesebuah ruangan praktek dan mulai melakukan pemeriksaan lengkap. Muka beliau sangat terkejut begitu membaca hasil EKG. Dunia bagai kiamat waktu beliau mengatakan “Suami Ibu terkena Serangan Jantung Koroner”! harus segera penanganan intensif. Saya katakan UGD penuh. Beliau lanjutkan, “TIDAK ADA PILIHAN LAIN HARUS KE UGD SEKARANG JUGA !” Beliau membuat REKOMENDASI URGENT. Katakan saja dari DR.AULIA SANI (ternyata beliau mantan
direktur RSJHK).Yang tadinya kami ditolak, kemudian diterima di UGD walau harus dirawat di kamar yang betul-betul penuh hari itu.
Di situ melihat orang datang dengan keadaan sudah meninggal karena terlambat sampai di RS.
Saat di UGD tidak pernah satu tenaga medis yang menanyakan jaminan apapun kepada saya
Ternyata itulah Mmotto RS tersebut : Tindakan Dahulu, Uang Baru Nomor Berikutnya.

Dokter Aulia turun tangan langsung, didampingi dokter Robert (dokter jaga UGD saat itu). Suamiku di tangani seksama.
Satu jam berkutnya aku dipanggil keruangan dokter-dokter. Disana sudah ada dr. Aulia dan dr. Robert.
Mereka menjelaskan kondisi suamiku yang sebenarnya. Mereka bertanya apa yang terjadi satu minggu kebelakang sebelum suamiku terkena serangan jantung hari ini. Aku cerita rangkaian kejadian beberapa malam yang kami kira masuk angin. Beliau katakan

“Pada malam-malam itu sebenarnya jantung sudah terkena serangan walaupun ritme kecil. Tapi sudah ada beberapa komponen jantung yang melemah. Hingga saat serang dahsyat datang, langsung mengganggu dan RUSAK.”

Rupanya itu belum selesai. Dokter minta saya berdoa banyak. Karena 3 jam berikutnya adalah MASA PENENTUAN. Akan datang
serangan KEDUA yang lebih DAHSYAT. Akibat dari serangan pertama. Ada pembuluh yang rusak, biasanya orang jarang selamat karena faktor tidak mengerti dan tidak ditangani dengan tepat. Mereka mengatakan FUNGSI JANTUNG suamiku untuk sementara diganti dengan MESIN PACU JANTUNG. Mudah-mudahan ini dapat membantu bertahan. ( waktu serangan pertama, dada belum terasa sakit). Kira2 jam 21..00 suamiku mengalami serangan Jantung Kedua yang membuat denyut jantung berkisar 40. Padahal normal 70.
Jam 11.00 suamiku langsung di masukan ke ICU karena kondisi kritis. Dada sakit hebat. Sesak tidak dapat bernafas. Pada saat itu aku hanya bisa menangis. Bingung. Sendiri.

Allah swt banyak membantu kami dengan mempertemukanku pada banyak orang yang senasib sepertiku yang mereka sudah ada
di RS tersebut berbulan-bulan lamanya. Aku bertemu dokter-dokter hebat yang baik hati dan banyak memberi pertolongan
penjelasan yang mudah aku mengerti. Dorongan dan support dari semua teman keluarga dan sahabat dari luar daerah dan luar negeri yang membuat aku berkata “AKU HARUS KUAT. SUAMI MEMBUTUHKAN AKU & ANAK-ANAK BUTUH AKU.”

Pasangan hidupku terbaring selama 20 hari di ICU dengan keadaan semakin drop. Sementara dokter-dokter benar-benar mempersiapkan tindakan yang paling tepat. Hari ke-20 dipersiapkan Katerisasi dipimpin Dr. Kaligis. Tindakan medis mengalirkan cairan putih (kontras) ke dalam semua pembuluh jantung untuk mencari dimanakah sumber penyumbatan akibat KOLESTEROL dan pembalonan di lokasi penyumbatan diiringipemasangan STAND / RING sesuai panjang sumbatan. Tindakan seperti ini sangat MAHAL. Hingga bila terjadi penyumbatan lebih dari tiga buah dokter-dokter menganjurkan untuk BY PASS yang kesempatannya fifty-fifty.

************ ******

Harga RECOVERY sebuah jantung sakit itu sama dengan harga sebuah rumah atau mobil mewah.
Karena itu : SAYANGILAH JANTUNG ANDA.

Itupun belum seberapa. Pasangan hidup kita akan memulai masa penyembuhan yang lebih banyak dari semula. Memerlukan perhatian, makanan, kasih sayang, hiburan, dsb.Kesabaran yang tak TERHINGGA harus kita miliki. Karena mereka mulai berangsur sehat dengan proses kepercayaan diri yang hilang dan sifat yang berubah 180 derajat. Sangat sesintif dan mudah tersinggung. Semua PROSES dimana kita sebagai pasangan hidup tidak pernah tahu kapan berakhirnya. Anggap semua itu IBADAH.

Saran-saranku :

HINDARI MAKANAN PADANG : 75%
Pasien jantung rata rata penggemar masakan Padang.

Sesekali cobalah datang ke RSJHK. Disana terlihat pasien jantung koroner mulai di usia diatas 25 thn.

Diatas umur 30 kita sudah terkena resiko pengentalan darah. Perempuan jika masih haid terlindungi dari penyakit jantung karena memiliki
HORMON. Jika di masa subur wanita terkena sakit jantung, itu adalah cacat bawaan seperti kebocoran KATUP & KLEP.

Berolah raga yang ringan saja, namun rutin. Dianjurkan berjalan kaki pagi hari 3 km atau berenang. Hindari olahraga yang menguras tenaga jika dari dulu kita bukan pencinta olah raga tersebut. Olah raga yang menguras tenaga memacu ADRENALIN.

Banyaklah makan SAYUR dan BUAH untuk menghancurkan KOLESTEROL jahat di tubuh kita.

Hindari rokok walaupun pasif. Mulailah hidup sehat sebelum terlambat. Karena keluarga masih membutuhkan kita.
InsyaAllah berguna dan bermanfaat

Hindari kebiasaan minum air dingin setelah makan.
Secara logika, mungkin ada benarnya, orang-orang China dan Jepang mengamalkan minum teh panas ewaktu makan dan bukannya air
ES. Sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas/hangat sewaktu menikmati hidangan.
Kita tidak akan kehilangan apa-apa. Malah akan mendapat faedah dari kebiasaan ini. Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda. Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat fatal !
Air es akan membekukan makanan berminyak yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita.
Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk. Akibatnya pasti menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT.

Jalan terbaik adalah minum sup panas atau air panas/hangat selepas makan.

*******

Note penting tentang SERANGAN JANTUNG.

Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa
pada tangan sebelah kiri.

Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda.
Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama serangan jantung.

Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60% pengidap SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur.
Marilah kita berwaspada dan berhati-hati.

Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup.

PAKAR SAKIT JANTUNG berkata, jika semua orang yang mendapat e-mail
ini menghantar kepada 10 orang yang lain, beliau yakin akan dapat
menyelamatkan satu nyawa.
Bacalah, ia juga mungkin dapat menyelamatkan nyawa anda.

Jadilah teman yang setia dan teruskan menghantar artikel ini kepada teman-teman yang anda sayangi. :)

***********

Fal yandzhuril insaanu ilaa tho’aamih
” maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.”
[ Qs. 'Abasa : 24 ]

Kata Maaf..

“Mengucapkan kata Maaf atau terima kasih itu gampang kok..” begitu bunyi status salah satu temanku…
—————————————————————————————————————————————

Aku menoleh pada kawanku, aku sebut saja si Penolong.
“Akan mudah bagi orang-orang yang ikhlas dan rendah hati. Tidak, bagi seseorang yang besar ego-nya ( tapi tidak merasa), tinggi angkuhnya (tapi tidak merasa angkuh). Yang terakhir dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun, walaupun dia telah menyakiti hati orang terdekatnya (bahkan berkali-kali ).Seringkali tanpa disadarinya, apa yang dilakukannya, dapat berakibat fatal bagi orang terdekatnya, yang selalu ada disisinya berusaha menolong dan membelanya. Ternyata, kata “Menolong” bagi dia terdengar “Mencelakakannya”… Astaghfirullah Aladziim…” dengan kepala setengah tertunduk, kulirik, pipimu telah bersimbah airmata..

Ironisnya, ia mempunyai pendukung yang subjektif. maksudnya disini, hanya mendengarkan kisah dari sisi si dia saja, tidak dari lawannya (kok lawannya siih??). Sudah bisa dipastikan semua akan mensupport dia. Tinggal-lah, si penolong tervonis sebagai terdakwa.. Cerita menjadi terbolak-balik.. Maksud baik tidak berbalas seperti yang diharapkan si penolong. si Penolong, sudah pasti dihujani kata2 si Raja/Ratu Tega. Para pendukungnya, yang hanya mendengar dari satu sisi, kemudian melaknat dan menghujat si penolong tanpa pernah berkeinginan untuk mencari tahu dari sisi si penolong..

si Penolong, hanya bisa mengelus dada… berusaha ikhlas dengan apa yang berlaku padanya… tapi tetap sakit itu ada… bertahun-tahun si penolong selalu ditimpa hukuman, akibat dari kesalahan-kesalahan yang dilakukannya (tanpa si dia pernah menyadarinya, dan para suporternya bertepuk tangan bila si penolong didera hukuman). Astaghfirullah Alladzim… berkali-kali si penolong berbisik, dan mengelus dadanya yang terasa perih..

Si penolong kini, telah habis hati.. dia hanya mampu terdiam, hanya menunggu, hanya menonton segala polah tingkah si dia.
Si Penolong terus berharap dan terus berdoa, memohon pada Allah SWT agar tidak takkabur, tetap istiqomah,tidak menyerah, memohon diberikan kesabaran. Si penolong mulai menangis.. Air yang mengalir di pipinya tidak lagi bening… kini mulai memerah.. Bibirnya tak pernah diam, terus bergumam, memanjatkan doa, memohon agar Allah SWT, membukakan pintu hatinya, orang yang dikasihinya.. agar .. diberi hidayah.

Apa sih sebenarnya yang kau pinta, wahai si penolong? Aku yang menontonmu, kadang turut menangis, turut merasakan tersakiti, dan aku mulai geram dengan kebisuanmu. Lihatlah.. wahai si penolong, dia tak bergeming dengan pendapatnya.. bahwa dia tidak merasa melakukan kesalahan yang telah menyakitimu!!.. Sampai kapan engkau akan menunggu dengan luka yang menganga seperti itu??

“Selamanya”…
“Mulutku takkan berhenti mendoakannya, aku tak ingin dia semakin tersesat dalam keangkuhan dan keegoisannya”..katamu wahai si penolong…
“Tetapi, coba engkau lihat lagi lebih jelas” pintaku setengah memohon
” Dia malah merasa, bahwa engkau yang mendzoliminya.. Lihatlah cara teman-temannya bersimpati padanya!” aku sudah mulai setengah berteriak tak sabar.
“Bicaralah kau pada teman2nya… ceritakanlah..” aku mulai meradang.
Si penolong tetap diam tak bergeming, wajahnya tetap datar walau warna merah itu tetap membasahi kulitnya.

” Sejujurnya.. aku mengharapkan kata “Maaf” dan “Terima Kasih”, terucap dari dia dan pasangannya” suaramu tertahan
“Bukan… bukan kepadaku….” buru-buru engkau menambahkan lagi.
” Tapi kepada Ayah-bundanya”…
” Setiap hari aku menangis dan memeluk dada, kala melihatnya tertawa-tawa bersama kawan2nya, tanpa pernah sedikitpun menyapa kedua orangtuanya, dan menyampaikan sebaris kalimat “We’re Fine Ayahanda..” dari bibir mereka” Tanganmu mulai terlihat memerah, luka itu semakin parah kurasa, merembes disela jemarimu.

“Namun, hari ini aku tersadar ketika seorang temanku, mengatakan bahwa sia-sialah aku mengharapkan dia meminta maaf dan mengucapkan terima kasih, karena itu tak kan pernah terucap. Sepertinya aku harus mulai meng-ikhlaskan semuanya” tuturmu sambil menghela napas…

” Allah SWT, punya rencana”…
“Ya, aku percaya itu” Bisikmu seakan berusaha meyakinkan dirimu sendiri.

Kupeluk dirimu, kuatkanlah hatimu sahabatku.. Bersabarlah, sedikit lagi.. sedikit lagi…
Mungkin…

Kamu Siapa siiiy??

Saking lelahnya badan ini dibawa kemana-mana seharian, mana gak bisa protes lagi.. aku coba rebahkan di peraduan siang itu.
” Ibuuu, boleh maen game gak bu??” Tanya Thea & Tarra berbarengan. Dengan anggukan yang lemah sekali pertanyaan mereka kujawab. Selanjutnya, mataku terpejam diantara hingar bingar lagu “Hannah Montana” yang berasal dari games anak-anak. Cuek, beybeh-laah.. sing penting istirahat. Ayah, sedang berada dikamar depan menyelesaikan tulisannya..

Tak berapa lama, berpindah Alam-lah aku, kemana lagi kalo bukan Alam Mimpi.. heran, tidur siang kok mimpi ya?… musik tekjing-tekjing terus mengisi ruang kamarku..Tiba-tiba, kok sepi? sayup-sayup kudengar suara mbak Mus, asistenku mengajak anak-anakku keluar kamar. Selain sudah waktunya makan sore, mbak Mus rupanya kasian melihatku istirahat diiringi dentuman lagu “I’ve Got Nerve”nya Hannah Montana. Dengan mata setengah terpejam, aku melihat Thea & Tarra keluar dari kamar, diikuti mbak Mus perlahan menutup pintu Ruang Penghubung.
Ah… nikmatnya, akhirnya aku bisa istirahat sebentar lagi.. O iya, Kamar Tidur kami memiliki 3 pintu keluar, 1 pintu keluar halaman, 1 pintu menuju Ruang tengah, dan pintu terakhir terletak menghadap Ruang Penghubung antara Kamar kami dan kamar tidur anak-anak. Selanjutnya disebut Pintu Penghubung.

Pintu penghubung terbuka perlahan…
” duh, sapa lagi sih yang masuk” dalam hati aku ngedumel.. tetapi kantuk memenangkan semuanya. aku enggan bangun dan protes seperti biasa..
Dari mataku yang setengah terbuka (paling tidak aku merasa begitu), aku melihat sosok yang berdiri di cermin dekat pintu penghubung. sosok itu dengan santainya mematut dirinya di cermin riasku, menyisir rambut panjangnya.. Lho.. kok panjang??? aku mulai bertanya-tanya mimpikah aku?? semoga…..

sosok itu masih disana, sambil menyisir rambut panjangnya yang setelah aku perhatikan dari mengintip, aku masih enggan bangun, ternyata berwarna putih semua. O..lalala…, dia menengok ke arah aku tidur…, sambil tersenyum. Aku berdoa dalam hati dia tidak menyadari bila aku tersadar.. Dia keluar!! melalui pintu penghubung lagiii.. OMG!!… sekarang Mia, sekarang saatnya kamu banguuun… Ayo banguuuun..

Apesnya, pertama, aku sedang absen sholat, apes kedua,sepertinya aku mengalami “Tindihan” kata orang Jawa. Dan aku sadar sesadar-sadarnya… berusaha terbangun… “Allahu Akbar” ” Audzubillahiminnas syaitonirrodziiim”aku baca berulang-ulang. Akhirnya aku mengambil kesimpulan.. ” Ini cuma mimpi buuu..” Pintu penghubung terbuka lagi!!… Plis deh… kenapa dia masuk lagi?? padahal aku gak bisa bangun-bangun nih… kenapa sih orang-orang di luar kamar gak ada yang berniat nengok aku dikamar kek, barang sebentar??….

Kali ini si wanita berambut putih nan panjang tidak menuju meja riasku.. tetapi… menuju kaki tempat tidurku dimana ujung kakiku berada… Huaaaaaa… kenapa musti disitu siiiy?? Dimiringkan tubuhnya kekanan, memastikan pandanganku akan tepat melihatnya… dengan menyeringai mengerikan, diiringi rambut putih nan panjangnya berjatuhan…1 menit, 3 menit aku berusaha tak bereaksi. Aku mulai tak keruan… dia beringsut ke arah pintu penghubung lagi.
Yak! aku berhasil bangun.. segera aku berlari keluar. dikamar depan kuceritakan pada Ayah.. walaupun aku bingung tadi tuh mimpi atau enggak ya?? Mbak Mus kutanya, apakah dia benar menutup pintu ketika akan keluar? jawabannya sudah pasti “Iya, bu, tadi sudah saya tutup kembali supaya ibu bisa istirahat” begitu penjelasan mbak Mus.

Aku masih berpendapat tadi hanya mimpi di siang bolong.. kembali aku masuk kamarku, pintu penghubung masih setengah terbuka, sama seperti aku keluar kamar tadi. Perutku terasa lapar minta diisi cemilan. Nah, kebetulan ada lemper punya anak-anak ditaruh dimeja rias. Aku buka bungkusan lemper, sambil tetap berdiri di pintu. Plok! ada yang menepuk bahu-ku, selanjutnya…. pintu dibelakangku terbuka lebih lebar lagi. Ikat pinggang yang tergantung di balik pintu berdentingan karena pintu bergerak..

Kembali, aku buru-buru keluar kamar… Aku ceritakan yang barusan terjadi pada Ayah. Ayah, hanya mengecek dari luar kamar..
” Ya udah.. diluar aja.. gak usah dikamar dulu” saran Ayah.
Dasar ibu satu ini bandel… gak berapa lama, setelah menghabiskan lemper diluar, aku masuk lagi kekamar karena ingin mandi.. Daaaan ternyata, pintu penghubung sudah tertutup rapi lagi seperti saat mbak Mus keluar tadi. Segera aku keluar kamar, menanyakan siapa tadi yang masuk kamar dan menutup pintu penghubungnya.. Ayah, mbak Mus, mbak Sam, Thea & Tarra semua menjawab seperti salah satu gerakan senam pagi di SD.. Geleng-geleng.. yang artinya tak satupun dari mereka melakukannya…..

Huhuhuhu…. Siapakah dia???…

Aku kancingkan satu demi satu kancing kemeja merah darahku. Kupatut sebentar penampilanku di cermin yang sudah tidak bisa untuk bercermin. Hmmm… jambulku kurang rapi nih..

Diluar kamar aku berpapasan dengan Mak Bedheng, nenekku yang renta, yang tidak pernah memarahiku, yang melakukan semua pekerjaan rumah sendirian. Aku tidak perlu membantu banyak. Karena aku pemalas.

“Mau kemana Tong?” tanya Mak Bedheng. Ah.. aku yakin kamu tahu aku akan kemana Mak..

” Rumah Nyai”. jawabku pendek. Nyai adalah Nenek dari ibuku. Ibu yang meninggalkanku tanpa aku tahu apa salahku hingga aku ditinggalkannya. Seandainya Emak mau bersabar lebih lama lagi, seandainya Bapak mau mendengarkan emak dan berhenti dengan semua kebiasaan buruknya. Aku sendiri tidak tahu persis kebiasaan buruk bapak yang mana yang membuat emak pergi meninggalkan kami. Kata Abangku bapak suka judi, hasil kerjanya tidak pernah utuh sampai ke rumah. Kata Abangku, bapak juga suka main perempuan. Apa itu main perempuan? aku tidak mengerti.Kenapa bapak selalu membuat emak menangis? Aku hanya anak laki-laki dengan usia 11th. Yang aku tahu, aku tidak bisa lagi tidur dipelukan emak, tidak bisa lagi merasakan masakan sedap bikinan emak. Tidak ada pelukan hangat emak.

Ku selipkan jari kakiku ke dalam sandal dan melangkah keluar pagar. berjalan, menuju rumah nyai. Berharap bertemu emak disana. Tak kuhiraukan panas matahari siang ini, banyak hal yang aku pertanyakan di kepalaku. Mengapa bapak tidak bertanya padaku, apakah aku mau punya ibu baru? seandainya bapak mau mendengarkan aku dan abang-abangku.

Entah apa yang ada di kepala mereka. Mereka pikir bang Elin bisa mengurus aku? padahal dia sibuk kuliah dan bekerja?.. bekerja… aah.. aku jadi teringat kala bang Elin pulang dari kerja, o ya abangku ini, pahlawan buatku, sepulang kuliah ia bekerja di counter HP hingga larut malam. HP yang sudah tak bertuan karena biaya memperbaikinya lebih mahal daripada beli baru, diperbaikinya hingga bisa bekerja lagi. Sungguh jenius abangku yang satu ini. Pernah Bang Elin pulang membawa hp yang berhasil ia betulkan untuk aku. Untuk aku adik tersayangnya. Aku merasa hebat menggenggam hp ditanganku walau hp bekas. Tak apa.Abangku hebat! bisa kasih hp buatku…

Namun ternyata, kebahagiaanku tidak bertahan lama, bapakku, dengan kebiasaannya merenggut kebahagiaanku. Ya, dia doyan sekali merenggut kebahagiaanku!! dijualnya hp pemberian abangku itu, direnggutnya hp itu dengan paksa.Bapak berjanji, yang sudah pasti tidak akan ia tepati seperti janji-janjinya yang lain, aku akan dibelikan yang baru.. huh!! aku benci Bapak!! aku benci Bapak!! Aku meraung-raung.. menangis sekeras-kerasnya.. biar tetangga semua dengar, aku tak peduli! aku berlari.. terus berlari keluar jalan.. menumpahkan semua amarahku yang tak sanggup melawan kediktatoran bapak. Mak Bedheng hanya bisa membujukku, malah ikut menangis bersamaku…

(bersambung)

Tulisan Sebelumnya »