
29 Oktober 2000,Lobby Artha Graha
Galak amat sih tampang nih orang… Body-nya Gedeeee Amaaat yak??
beberapa menit kemudian….
Hahahaha… kocak juga nih orang…
9 Desember 2000, Cibubur
“Oom, kalo tidak ada perubahan, besok siang saya tidak hanya dengan Bapak & Ibu, namun dengan beberapa keluarga” tuturmu kepada Papa-ku..
Aku terkejut, aku pelototi dia… “Ada apa ini?? bukannya hanya mau perkenalan antar orang tua??” dalam hati aku menggerutu..
“Mas… Kok??” hanya itu yang keluar dari mulutku.
Tak ada jawaban untukku. Si tubuh besar yang sedang bicara dengan Papa & Ibu-ku dengan santainya tersenyum-senyum ganjil kepada-ku..
“Kamu mau kan jadi istriku?”pertanyaan itu seperti suara mercon di bulan puasa buatku. Namun tak ayal, sambil memandangmu akupun mengangguk, hatiku membuncah saking berbunga-bunganya.. entah bagaimana raut wajahku kala itu, yang pasti bengong se bengong2nya…
10 Desember 2000, Cibubur
Dihari Ulang Tahunmu, kita berdua berjanji dan terikat. Disaksikan Sanak Keluarga dari kedua belah Pihak.
Sore hari, diantara seruputan teh hangat buatan Ibu-ku (bukan bikinan aku lho…hehehe)….
“Oom, Tante.. boleh gak saya minta bulan Maret menikahnya?” kesekian kalinya kamu memberikan pertanyaan yang amat sangat mengejutkan bagi Papa & Ibu-ku..
” Nanti kita liat ya mas.. semoga bisa ya?” Jawab Ibu-ku bijak, sambil tersenyum-senyum geli dengan kelakuan calon mantunya…
11 Maret 2001, 16.00 WIB Masjid At-Tiin, TMII
Ijab-Qobul itu terlaksana.. Di iringi gerimis membasahi bumi, kami mengikat janji sebagai sepasang suami istri dan mengharapkan Ridho Allah SWT untuk membentuk keluarga Sakinah Mawwadah Warohmah..
11 Maret 2009, 20.30 WIB,Daeng Tata (tempat makan favorite kami semasa PDKT)
“Aku waktu mengucapkan Ijab lancar lhoo.. ” ujarnya tiba-tiba. “
hanya sekali tarikan nafas lhoo.. gak pake gagap lagi!!” di iringi gelak tawa kami berdua…
Ya! memang terkadang bila dia gugup, keluarlah gagapnya.. namun… aku ingat betul, saat itu dia lancaaaaaaar sekali…
Ingatan2 indahpun bersliweran dalam perbincangan kami berdua malam itu. Di tempat biasa waktu kita belum menikah, aku tidak pernah berharap sebuah candle light dinner atau hal2 yang berbau romantis.. karena suamiku jauh dari itu.
Namun kebersamaan kami malam itu sudah sangat berarti buatku…
I Love you Ayah…
Terima kasih engkau telah memilihku, membimbingku, selalu bersamaku…
Terima Kasih Ya Alloh Ya Rabb, telah kau kirimkan dia mengisi hidupku, mengijinkan aku mendampinginya hingga kini dan berharap sampai nanti di “sana”, Matur Sembah Nuwun Ya Allah, karena telah kau ijinkan kami berdua memperoleh titipan-Mu yang luar biasa, dua Bidadari ya cantik dan pintar, semoga sholeha… Insya Allah kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini…
Hanya Ridho-Mu lah yang kami harapkan…