Saking lelahnya badan ini dibawa kemana-mana seharian, mana gak bisa protes lagi.. aku coba rebahkan di peraduan siang itu.
” Ibuuu, boleh maen game gak bu??” Tanya Thea & Tarra berbarengan. Dengan anggukan yang lemah sekali pertanyaan mereka kujawab. Selanjutnya, mataku terpejam diantara hingar bingar lagu “Hannah Montana” yang berasal dari games anak-anak. Cuek, beybeh-laah.. sing penting istirahat. Ayah, sedang berada dikamar depan menyelesaikan tulisannya..
Tak berapa lama, berpindah Alam-lah aku, kemana lagi kalo bukan Alam Mimpi.. heran, tidur siang kok mimpi ya?… musik tekjing-tekjing terus mengisi ruang kamarku..Tiba-tiba, kok sepi? sayup-sayup kudengar suara mbak Mus, asistenku mengajak anak-anakku keluar kamar. Selain sudah waktunya makan sore, mbak Mus rupanya kasian melihatku istirahat diiringi dentuman lagu “I’ve Got Nerve”nya Hannah Montana. Dengan mata setengah terpejam, aku melihat Thea & Tarra keluar dari kamar, diikuti mbak Mus perlahan menutup pintu Ruang Penghubung.
Ah… nikmatnya, akhirnya aku bisa istirahat sebentar lagi.. O iya, Kamar Tidur kami memiliki 3 pintu keluar, 1 pintu keluar halaman, 1 pintu menuju Ruang tengah, dan pintu terakhir terletak menghadap Ruang Penghubung antara Kamar kami dan kamar tidur anak-anak. Selanjutnya disebut Pintu Penghubung.
Pintu penghubung terbuka perlahan…
” duh, sapa lagi sih yang masuk” dalam hati aku ngedumel.. tetapi kantuk memenangkan semuanya. aku enggan bangun dan protes seperti biasa..
Dari mataku yang setengah terbuka (paling tidak aku merasa begitu), aku melihat sosok yang berdiri di cermin dekat pintu penghubung. sosok itu dengan santainya mematut dirinya di cermin riasku, menyisir rambut panjangnya.. Lho.. kok panjang??? aku mulai bertanya-tanya mimpikah aku?? semoga…..
sosok itu masih disana, sambil menyisir rambut panjangnya yang setelah aku perhatikan dari mengintip, aku masih enggan bangun, ternyata berwarna putih semua. O..lalala…, dia menengok ke arah aku tidur…, sambil tersenyum. Aku berdoa dalam hati dia tidak menyadari bila aku tersadar.. Dia keluar!! melalui pintu penghubung lagiii.. OMG!!… sekarang Mia, sekarang saatnya kamu banguuun… Ayo banguuuun..
Apesnya, pertama, aku sedang absen sholat, apes kedua,sepertinya aku mengalami “Tindihan” kata orang Jawa. Dan aku sadar sesadar-sadarnya… berusaha terbangun… “Allahu Akbar” ” Audzubillahiminnas syaitonirrodziiim”aku baca berulang-ulang. Akhirnya aku mengambil kesimpulan.. ” Ini cuma mimpi buuu..” Pintu penghubung terbuka lagi!!… Plis deh… kenapa dia masuk lagi?? padahal aku gak bisa bangun-bangun nih… kenapa sih orang-orang di luar kamar gak ada yang berniat nengok aku dikamar kek, barang sebentar??….
Kali ini si wanita berambut putih nan panjang tidak menuju meja riasku.. tetapi… menuju kaki tempat tidurku dimana ujung kakiku berada… Huaaaaaa… kenapa musti disitu siiiy?? Dimiringkan tubuhnya kekanan, memastikan pandanganku akan tepat melihatnya… dengan menyeringai mengerikan, diiringi rambut putih nan panjangnya berjatuhan…1 menit, 3 menit aku berusaha tak bereaksi. Aku mulai tak keruan… dia beringsut ke arah pintu penghubung lagi.
Yak! aku berhasil bangun.. segera aku berlari keluar. dikamar depan kuceritakan pada Ayah.. walaupun aku bingung tadi tuh mimpi atau enggak ya?? Mbak Mus kutanya, apakah dia benar menutup pintu ketika akan keluar? jawabannya sudah pasti “Iya, bu, tadi sudah saya tutup kembali supaya ibu bisa istirahat” begitu penjelasan mbak Mus.
Aku masih berpendapat tadi hanya mimpi di siang bolong.. kembali aku masuk kamarku, pintu penghubung masih setengah terbuka, sama seperti aku keluar kamar tadi. Perutku terasa lapar minta diisi cemilan. Nah, kebetulan ada lemper punya anak-anak ditaruh dimeja rias. Aku buka bungkusan lemper, sambil tetap berdiri di pintu. Plok! ada yang menepuk bahu-ku, selanjutnya…. pintu dibelakangku terbuka lebih lebar lagi. Ikat pinggang yang tergantung di balik pintu berdentingan karena pintu bergerak..
Kembali, aku buru-buru keluar kamar… Aku ceritakan yang barusan terjadi pada Ayah. Ayah, hanya mengecek dari luar kamar..
” Ya udah.. diluar aja.. gak usah dikamar dulu” saran Ayah.
Dasar ibu satu ini bandel… gak berapa lama, setelah menghabiskan lemper diluar, aku masuk lagi kekamar karena ingin mandi.. Daaaan ternyata, pintu penghubung sudah tertutup rapi lagi seperti saat mbak Mus keluar tadi. Segera aku keluar kamar, menanyakan siapa tadi yang masuk kamar dan menutup pintu penghubungnya.. Ayah, mbak Mus, mbak Sam, Thea & Tarra semua menjawab seperti salah satu gerakan senam pagi di SD.. Geleng-geleng.. yang artinya tak satupun dari mereka melakukannya…..
Huhuhuhu…. Siapakah dia???…